Selasa, 20 Mei 2008
Rabu, 14 Mei 2008
Resensi Buku
Bahasa Indonesia (MSchools), Mungkin anda tidak asing lagi dengan istilah bedah buku atau review. Kedua istilah di atas merupakan nama lain dari resensi. Resensi berasal dari bahasa Belanda recensie atau dari bahasa Latin recenseo yang berarti bedah buku, review, ulasan singkat, mengenai film, drama, teater, ataupun kaset. Ulasan resensi bersifat informatif mengenai pertimbangan mutu, baik atau buruk suatu buku. Tujuan utama peresensian adalah untuk memberikan rangsangan pembaca agar membaca dan memiliki buku tertentu. Di samping itu, resensi buku juga dapat membantu penerbit atau pengarang untuk memperkenalkan buku yang baru diterbitkan. Jadi, resensi bisa juga dikatakan sebagai metode promosi yang sangat efektif bagi pengarang untuk memperkenalkan hasil karya sastranya kepada kalangan publik.
Bagian-bagian pembuatan resensi terhadap suatu buku.
1. Identitas Buku
Identitas buku meliputi judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tempat dan tahun terbit, cetakan atau edisi, serta tebal buku. Contoh:
Bagian-bagian pembuatan resensi terhadap suatu buku.
1. Identitas Buku
Identitas buku meliputi judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tempat dan tahun terbit, cetakan atau edisi, serta tebal buku. Contoh:
- Judul Buku : Pemikiran Pramoedya Ananta Toer dalam Novel-Novel Mutakhirnya
- Penulis : Koh Young Hoon
- Penerbit : Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur, 1996
- Tebal : XXII + 219 halaman
- Peresensi : Lilik Prakoso
2. Langkah Pembuka Resensi
Langkah paling dasar dalam pembuatan resensi ialah mengutif paragraf dalam buku. Jadikan kutipan ini sebagai landasan anda untuk berpikir. Penulis dapat juga mengemukakan tema secara singkat yang dilengkapi dengan deskripsi isi buku dan memperkenalkan kepengarangan (nama, ketenaran, hasil karya, ataupun proses kreatifnya).
3. Jenis Buku
Peresensi menunjukkan jenis buku yang diulas kepada pembaca. Dengan kata lain, ia harus mengklasifikasi buku itu dalam kelas atau kelompok buku tertentu, misalnya fiksi atau nonfiksi.
4. Keunggulan Buku
Peresensi harus mampu menggali dan mengemukakan segi-segi menarik dari buku yang dirisensinya. Buku-buku fiksi dan nonfiksi menimbulkan perbedaan nilai dan keunggulan yang dimiliki. Peresensi dapat mempersoalkan hal-hal berikut.
Langkah paling dasar dalam pembuatan resensi ialah mengutif paragraf dalam buku. Jadikan kutipan ini sebagai landasan anda untuk berpikir. Penulis dapat juga mengemukakan tema secara singkat yang dilengkapi dengan deskripsi isi buku dan memperkenalkan kepengarangan (nama, ketenaran, hasil karya, ataupun proses kreatifnya).
3. Jenis Buku
Peresensi menunjukkan jenis buku yang diulas kepada pembaca. Dengan kata lain, ia harus mengklasifikasi buku itu dalam kelas atau kelompok buku tertentu, misalnya fiksi atau nonfiksi.
4. Keunggulan Buku
Peresensi harus mampu menggali dan mengemukakan segi-segi menarik dari buku yang dirisensinya. Buku-buku fiksi dan nonfiksi menimbulkan perbedaan nilai dan keunggulan yang dimiliki. Peresensi dapat mempersoalkan hal-hal berikut.
- Organisasi buku, meliputi kerangka buku dan hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain. Jadi, ada perpaduan, kejelasan, dan memperlihatkan perkembangan yang logis.
- Isi buku, bisa dengan menyajikan rincian isi buku atau bisa juga hanya memaparkan kesimpulan-kesimpulan umum saja. Buku dikatakan berbobot bila organisasi dan tema terangkai dengan padu, baik, dan benar.
- Bahasa, penggunaan bahasa yang baik dapat dinilai dari segi struktur kalimat, hubungan antarkalimat dan diksi atau pilihan kata. Bahasa dalam buku ilmiah bersifat denotatif, penafsiran tunggal, sedangkan bahasa fiksi sastra bersifat konotatif guna mengembangkan daya imajinasi pembaca.
5. Nilai Buku
Apabila penulisan resensi telah memberikan gambaran mengenai latar belakang buku dan mengemukakan pokok-pokok yang menjadi sasaran ulasa, penulis resensi sebenarnya telah menilai buku itu. Nilai sebuah buku akan lebih jelas jika dibandingkan dengan karya-karya lain, baik yang ditulis oleh pengaran itu sendiri maupun orang lain.
6. Kelemahan Buku
Dalam meresensi buku jangan sekali-kali takut untuk memaparkan kelemahan yang anda temui pada buku. Menjelaskan kelemahan yang dimiliki buku merupakan poin penting dalam meresensi. Kelemahan buku meliputi cacat fisik (seperti bagaimana kelengkapan halaman, konsistensi penulisan antar bab atau bagian, kualitas penjilidan) dan pembahasan yang tidak sistematis. Sisi kelemahan ini bisa dicocokkan dengan tema umum yang mengikat buku tersebut.
Apabila penulisan resensi telah memberikan gambaran mengenai latar belakang buku dan mengemukakan pokok-pokok yang menjadi sasaran ulasa, penulis resensi sebenarnya telah menilai buku itu. Nilai sebuah buku akan lebih jelas jika dibandingkan dengan karya-karya lain, baik yang ditulis oleh pengaran itu sendiri maupun orang lain.
6. Kelemahan Buku
Dalam meresensi buku jangan sekali-kali takut untuk memaparkan kelemahan yang anda temui pada buku. Menjelaskan kelemahan yang dimiliki buku merupakan poin penting dalam meresensi. Kelemahan buku meliputi cacat fisik (seperti bagaimana kelengkapan halaman, konsistensi penulisan antar bab atau bagian, kualitas penjilidan) dan pembahasan yang tidak sistematis. Sisi kelemahan ini bisa dicocokkan dengan tema umum yang mengikat buku tersebut.
Label: Resensi Buku

